banner 468x60
Kalimantan Barat

El Nino Menguat, Kemenhut Siaga Karhutla di Perbatasan Kalbar-Malaysia

×

El Nino Menguat, Kemenhut Siaga Karhutla di Perbatasan Kalbar-Malaysia

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, PONTIANAK – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, Kalimantan Barat. Langkah ini dilakukan menyusul ancaman El Nino yang disebut semakin kuat.

Direktorat Penegakan Hukum Kehutanan melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sanggau dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong pada 13-14 Agustus 2026.

Koordinasi tersebut membahas penguatan pengendalian karhutla sekaligus mengantisipasi potensi asap lintas batas Indonesia-Malaysia.

Dalam audiensi di Kantor Bupati Sanggau, Kamis (13/8/2026), jajaran Kemenhut bertemu langsung dengan Bupati Sanggau Yohanes Ontot.

Sejumlah hal dibahas, mulai dari kesiapan personel, sarana dan prasarana, deteksi dini, pemadaman, penanganan pascakebakaran hingga penguatan posko karhutla di tingkat kecamatan.

Pemkab Sanggau juga didorong memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan Perda Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pembukaan Lahan Perladangan Berbasis Kearifan Lokal.

Pengawasan dinilai penting agar pembukaan lahan tetap terkendali dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang meluas hingga menimbulkan asap yang berpotensi melintasi batas negara.

Koordinasi kemudian dilanjutkan di PLBN Entikong, Jumat (14/8), bersama unsur TNI/Polri, pemerintah kecamatan dan desa, tokoh adat, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur terkait lainnya.

Pertemuan tersebut menyepakati pelaksanaan Patroli Pengamanan Batas Negeri secara terpadu pada akhir Agustus hingga September 2026.

Patroli akan melibatkan Manggala Agni, PLBN, TNI/Polri, pemerintah desa, tokoh adat dan MPA.

Kantor PLBN Entikong juga ditetapkan sebagai lokasi posko perbatasan untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla serta asap lintas batas.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Kalimantan Yudho Shekti Mustiko mengatakan koordinasi tersebut penting karena dampak karhutla di kawasan perbatasan tidak hanya menyangkut wilayah Indonesia.

“Koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sanggau dan PLBN Entikong ini menjadi langkah penting dalam memastikan penanganan karhutla di kawasan perbatasan agar berjalan optimal, karena dampaknya bukan hanya menyangkut wilayah teritorial, tetapi juga hubungan baik dengan negara tetangga,” kata Yudho.

Yudho mengatakan pihaknya sebelumnya juga telah mendatangi dua PLBN lain di Kalimantan Barat, yakni PLBN Aruk dan PLBN Jagoi Babang, pada Senin (10/8).

Menurutnya, koordinasi dilakukan untuk memastikan seluruh pos lintas batas memiliki kesiapan menghadapi ancaman karhutla.

“Sebelumnya kami telah mengunjungi PLBN Aruk dan PLBN Jagoi Babang, membahas hal yang sama, yaitu penguatan di masing-masing pos lintas batas. Hari ini tim kami ke PLBN Entikong untuk menyampaikan hal yang sama, agar semua PLBN dapat siap siaga di tengah ancaman El Nino yang semakin kuat,” ujarnya.

1,5 Hektare Karhutla Dikendalikan

Sementara itu, Kepala Seksi Wilayah II Pontianak Sahat Irawan Manik meninjau langsung lokasi karhutla di Kelurahan Sungai Sengkuang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Sabtu (15/8/2026).

Sahat memantau proses pengendalian yang dilakukan personel Manggala Agni Daops Kalimantan XI/Sintang.

Dari hasil penanganan di lapangan, areal karhutla yang berhasil dikendalikan mencapai sekitar 1,5 hektare.
Sahat meminta personel yang bertugas tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) selama proses pemadaman.

“Saya harap teman-teman yang sedang berjibaku di lapangan tetap mengutamakan keselamatan. Jangan lengah, tetap jaga kesehatan dan kondisi fisik,” ujarnya.

Selain pemadaman, Sahat meminta upaya pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan. Masyarakat yang hendak membuka lahan diimbau menerapkan metode tanpa bakar.

“Selain melaksanakan pemadaman, perlu juga dilakukan upaya pencegahan berupa imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat. Jika melihat ada masyarakat yang hendak membakar, diingatkan kembali untuk menerapkan pembukaan lahan tanpa bakar,” katanya.

Dia juga menekankan larangan pembakaran di lahan gambut karena berisiko memicu kebakaran yang lebih sulit dikendalikan.

Kemenhut menilai kesiapan personel, keselamatan kerja dan respons cepat menjadi kunci dalam menghadapi peningkatan potensi karhutla selama musim kemarau, terutama di kawasan strategis perbatasan Indonesia-Malaysia.