banner 468x60
Hukum dan Kriminal

Viral CCTV Dugaan Pemukulan Kapolres Kapuas Hulu, Polda Kalbar Sebut Selesai Kekeluargaan

×

Viral CCTV Dugaan Pemukulan Kapolres Kapuas Hulu, Polda Kalbar Sebut Selesai Kekeluargaan

Sebarkan artikel ini

 

Aksaraloka.com, PONTIANAK – Rekaman CCTV berdurasi 58 detik yang memperlihatkan dugaan pemukulan terhadap seorang pria di kawasan Kedamin, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, viral di media sosial.

Sosok yang diduga melakukan pemukulan dalam rekaman tersebut disebut-sebut merupakan Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wisnu Perdana Putra.

Kabid Humas Polda Kalimantan Barat Kombes Pol Bambang Suharyono membenarkan adanya peristiwa tersebut. Informasi itu diperolehnya langsung dari Kapolres Kapuas Hulu.

Bambang menyebut persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan dengan pihak yang diduga menjadi korban beserta keluarganya.

“Informasi langsung dari Kapolres Kapuas Hulu, benar atas peristiwa tersebut. Namun, sudah diselesaikan dengan pihak korban dan keluarga korban,” ujar Bambang saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat malam, 30 Oktober 2026.

Menurut Bambang, berdasarkan informasi yang diterimanya, kedua belah pihak telah menyelesaikan persoalan tersebut. Ia mengibaratkan penyelesaian itu sebagai pendekatan restorative justice.

Namun, ketika ditanya mengenai kemungkinan pemeriksaan internal terhadap Kapolres Kapuas Hulu, termasuk oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam), Bambang mengaku belum memperoleh informasi lebih lanjut.

“Saya belum mendapatkan kabar terkait hal tersebut. Yang pasti, antara Kapolres Kapuas Hulu dengan korban maupun keluarga korban sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” katanya.

Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat seorang pria diduga mengalami kekerasan fisik. Pada detik ke-47, tampak aksi yang diduga berupa pemukulan menggunakan tangan kosong. Sementara pada detik ke-57, terlihat tindakan yang diduga berupa tamparan ke arah mulut pria tersebut.

Hingga berita ini ditulis, penyebab yang melatarbelakangi peristiwa tersebut belum diketahui secara pasti. Bambang mengaku belum mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kronologi kejadian.

Sementara itu, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kemungkinan pemeriksaan etik maupun proses hukum atas dugaan kekerasan tersebut. Penyelesaian secara kekeluargaan yang disampaikan pihak kepolisian juga belum disertai penjelasan mengenai tindak lanjut penanganan perkara.