PONTIANAK – Wajah Nurlela (52), warga Pontianak Utara, tampak sumringah ketika mengetahui bantuan sosial tunai dari APBD Kota Pontianak untuk dirinya telah dicairkan, Selasa (10/3/2026).
Kabar tersebut ia terima usai mengikuti penyerahan simbolis bantuan tahap I tahun 2026 di Aula Kantor Camat Pontianak Utara yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Pontianak.
“Alhamdulillah saya senang dapat bantuan. Terima kasih Pak Wali Kota sudah membantu warga yang tidak mampu,” ujarnya sambil tersenyum.
Bantuan sebesar Rp600 ribu itu sangat berarti bagi Nurlela, terlebih menjelang Lebaran. Ia mengatakan kebutuhan rumah tangga meningkat untuk empat anggota keluarganya.
“Uangnya untuk belanja, beli beras, beli sayur. Ini mau Lebaran, sekalian buat bikin kue juga,” katanya.
Nurlela merupakan satu dari 602 warga Pontianak Utara yang menerima bantuan dari Pemerintah Kota Pontianak. Secara keseluruhan terdapat 2.030 warga kurang mampu di enam kecamatan yang menerima bantuan tersebut.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjelaskan, bantuan itu merupakan bentuk perhatian pemerintah kota kepada warga yang belum menerima bantuan sosial dari pemerintah pusat seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) maupun Program Keluarga Harapan (PKH).
“Ini bentuk perhatian Pemerintah Kota Pontianak kepada warga yang masuk desil 1 sampai 5 dan belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Ia menyebutkan setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp600 ribu yang langsung disalurkan melalui rekening masing-masing. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Bantuan ini sudah langsung masuk ke rekening penerima. Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, apalagi saat ini kita sedang di bulan Ramadan dan menjelang Lebaran,” katanya.
Edi juga mengingatkan warga agar menggunakan bantuan secara bijak dan tidak terjebak pada pinjaman daring atau pengeluaran yang tidak perlu.
“Saya mengimbau agar bantuan ini digunakan dengan bijak, terutama untuk kebutuhan menjelang Lebaran. Jangan sampai digunakan untuk hal-hal yang tidak perlu,” pesannya.
Dalam kesempatan itu, Edi turut menyosialisasikan sejumlah program jaring pengaman sosial yang telah disiapkan Pemerintah Kota Pontianak, mulai dari layanan kesehatan gratis melalui BPJS, pendidikan gratis di sekolah negeri, hingga program beasiswa bagi siswa di sekolah swasta.
“Cukup menggunakan KTP, warga bisa berobat ke rumah sakit yang memiliki layanan BPJS. Kami harap ini dimanfaatkan untuk pemeriksaan kesehatan secara rutin, minimal di puskesmas,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan pemerintah pusat tengah menyiapkan program Sekolah Rakyat yang akan memberikan akses pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu mulai dari tingkat SD hingga SMA. Program tersebut ditargetkan selesai pembangunannya tahun ini dan mulai menerima siswa pada tahun depan. Lokasinya berada di Jalan Flora, Pontianak Utara.
“Ini program untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Nanti anak-anak dari keluarga desil 1 sampai 5 akan diseleksi untuk mengikuti program Sekolah Rakyat,” tambahnya.
Di bidang pembangunan wilayah, Edi menegaskan Pemerintah Kota Pontianak tetap berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur di Pontianak Utara. Berbagai pembangunan seperti perbaikan jalan, drainase, fasilitas kesehatan hingga hibah lahan untuk pembangunan rumah sakit TNI terus dilakukan guna meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Selain itu, terdapat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan 11 dapur yang beroperasi di Pontianak Utara. Program tersebut tidak hanya menyasar siswa sekolah, tetapi juga ibu hamil dan balita sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan berbagai program ini kualitas hidup masyarakat Pontianak semakin baik. Saya juga berpesan jangan sampai ada anak yang tidak sekolah karena pendidikan itu sangat penting,” ucapnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak Akif menjelaskan, sebelumnya terdapat sekitar 2.700 warga yang terdata sebagai calon penerima bantuan. Namun setelah dilakukan verifikasi, jumlah penerima berkurang menjadi 2.030 orang karena sebagian warga telah meninggal dunia, berpindah domisili, atau tidak lagi memenuhi kriteria penerima.
“Awalnya sekitar 2.700 orang, tetapi setelah diverifikasi total penerima yang disalurkan bantuan tahun ini sebanyak 2.030 orang untuk seluruh Kota Pontianak,” ungkapnya.
Penerima bantuan tersebut tersebar di enam kecamatan, yakni Pontianak Utara sebanyak 602 orang, Pontianak Timur 522 orang, Pontianak Barat 464 orang, Pontianak Kota 217 orang, Pontianak Tenggara 145 orang, dan Pontianak Selatan 80 orang.
“Namun pada penyerahan simbolis hari ini kita menghadirkan sekitar 100 orang,” imbuhnya.
Ia menambahkan penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di setiap kecamatan. Setelah Pontianak Utara, penyerahan bantuan akan dilanjutkan di Pontianak Timur, Pontianak Barat, Pontianak Kota, Pontianak Selatan, dan Pontianak Tenggara.
“Setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp600 ribu yang disalurkan langsung melalui rekening Bank Kalbar. Bantuan tersebut diberikan satu kali dalam setahun,” tuturnya.
Akif menegaskan penerima bantuan masih dapat memperoleh bantuan pada tahun berikutnya selama tetap memenuhi kriteria sebagai keluarga miskin dan tidak menerima bantuan sosial lain dari pemerintah pusat.
“Selama mereka masih masuk kategori miskin dan tidak menerima bantuan lain seperti PKH atau BPNT, maka tetap bisa menerima bantuan ini,” pungkasnya.

















