Aksaraloka com, SINTANG – Menjelang musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang meningkatkan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memeriksa kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla milik perusahaan perkebunan serta menggelar sosialisasi kesiapsiagaan kepada masyarakat di Kecamatan Ketungau Tengah.
Kepala BPBD Kabupaten Sintang, Kusnidar, mengatakan pihaknya bersama sejumlah instansi terkait melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana karhutla, embung, serta menara pemantau api di areal PT Palma Agro Lestari Jaya pada 7 Juni 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh fasilitas pendukung penanggulangan karhutla dalam kondisi siap digunakan untuk menghadapi potensi kebakaran yang kerap meningkat saat musim kemarau.
“Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung penanggulangan karhutla berfungsi dengan baik, mulai dari embung sebagai sumber air, peralatan pemadaman, hingga menara pemantau api sebagai instrumen penting deteksi dini,” ujar Kusnidar, Selasa (9/6/2026).

Ia menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur pendukung menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan ketika terjadi titik api.
Karena itu, perusahaan perkebunan yang berada di wilayah rawan karhutla diharapkan terus meningkatkan kesiapan fasilitas yang dimiliki.
Selain melakukan pemeriksaan lapangan, BPBD Sintang juga menggelar Sosialisasi Kesiapsiagaan Karhutla pada Senin (8/6/2026).
Kegiatan yang difasilitasi PT Palma Agro Lestari Jaya tersebut menghadirkan narasumber dari BPBD Kabupaten Sintang, Polres Sintang, serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sintang.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan karhutla, dampak kebakaran terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, serta pentingnya peran aktif masyarakat dalam mendukung upaya penanggulangan bencana.

Kusnidar menekankan bahwa pencegahan karhutla tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk perusahaan, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Pencegahan harus menjadi prioritas karena dampak karhutla sangat besar, baik terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun aktivitas ekonomi,” katanya.
Ia menjelaskan, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang berdampak luas hingga lintas wilayah.
Oleh sebab itu, edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat terus dilakukan sebagai langkah strategis dalam upaya pencegahan.
Peserta sosialisasi juga diberikan pemahaman mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar serta pentingnya melaporkan secara cepat apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar.
BPBD Sintang berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat untuk lebih peduli terhadap ancaman karhutla sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan dan masyarakat dalam menjaga wilayah masing-masing dari risiko kebakaran.
“Karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau perusahaan, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian dan kolaborasi semua pihak, kita berharap risiko kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sintang dapat ditekan semaksimal mungkin selama musim kemarau tahun ini,” pungkas Kusnidar











